Desa Tritih Lor, [04/08/25] Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan, khususnya terkait dengan stunting dan Tuberkulosis (TBC), Pemerintah Desa Tritih Lor menggelar Rembug Stunting dan TBC. Kegiatan ini diadakan di Balai Desa Tritih Lor pada 04 agustus 2025 dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.
Fokus pada Stunting: Menanggulangi Perkembangan Anak yang Terhambat
Dalam pembukaan acara, Kepala Desa Tritih Lor, Bapak Sujud, menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam menanggulangi stunting, yaitu kondisi di mana pertumbuhan fisik dan perkembangan anak terhambat akibat kekurangan gizi pada usia dini. Stunting telah menjadi masalah serius di berbagai daerah, termasuk di Desa Tritih Lor, yang berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Kesehatan anak adalah investasi untuk masa depan. Stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan otak dan kemampuan belajar mereka. Kami berharap melalui rembug ini, kita bisa mencari solusi bersama untuk mengurangi angka stunting di desa kita,” kata Bapak Sujud.
Edukasi Gizi dan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting
Salah satu agenda utama dalam rembug ini adalah penyuluhan tentang penyebab dan cara pencegahan stunting. Para ahli gizi dari Puskesmas setempat memberikan informasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemenuhan kebutuhan gizi selama masa kehamilan, serta pola makan yang bergizi seimbang untuk anak balita.
“Stunting bisa dicegah dengan memberikan pola makan yang bergizi, serta memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak kehamilan. Keterlibatan keluarga, terutama orang tua, sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak,” ungkap Ibu Yeni, salah satu narasumber yang hadir.
Pencegahan dan Penanganan Tuberkulosis (TBC)
Selain stunting, dalam rembug ini juga dibahas masalah TBC, penyakit menular yang dapat memengaruhi siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Puskesmas Jeruklegi 1 menjelaskan gejala awal TBC, cara penularan, serta pentingnya pengobatan yang tuntas untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
“TBC bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat bagi penderita TBC,” ujar dr. Pratiti, seorang dokter yang hadir dalam acara tersebut.
Tantangan dan Solusi Bersama
Dalam diskusi kelompok, peserta rembug turut memberikan masukan mengenai tantangan yang dihadapi dalam penanganan stunting dan TBC di tingkat desa, seperti keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan, kurangnya pemahaman tentang pentingnya pola hidup sehat, serta stigma terhadap penderita TBC. Beberapa solusi yang diusulkan antara lain peningkatan akses layanan kesehatan di desa, penyuluhan lebih intensif melalui kader kesehatan dan posyandu, serta penguatan peran keluarga dalam menjaga kesehatan.
Peran Kader Kesehatan dan Masyarakat dalam Penanganan Stunting dan TBC
Salah satu kunci penting dalam program pencegahan stunting dan TBC adalah peran kader kesehatan di tingkat desa. Kader posyandu dan kader kesehatan lainnya diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi dan melakukan deteksi dini terhadap masalah kesehatan yang ada di masyarakat.
Kolaborasi untuk Desa Sehat
Pemerintah Desa Tritih Lor juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah stunting dan TBC. Program kesehatan ini memerlukan partisipasi aktif masyarakat, karena tanpa kerjasama yang solid, pencapaian tujuan untuk menciptakan keluarga yang sehat dan bebas dari penyakit seperti stunting dan TBC akan sulit tercapai.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak baik pemerintah, tenaga kesehatan, dan Masyarakat harus bergotong royong agar masalah stunting dan TBC dapat teratasi dengan baik. Mari kita jaga kesehatan generasi penerus kita agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal,” tambah Bapak Sujud.
Akhir Kata: Menuju Desa Sehat dan Sejahtera
Sebagai penutup, pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk terus melanjutkan upaya pencegahan stunting dan penanganan TBC di Desa Tritih Lor. Dengan kolaborasi yang baik antara masyarakat, tenaga medis, dan pemerintah, diharapkan desa ini dapat mencapai status desa yang sehat dan bebas dari masalah kesehatan serius seperti stunting dan TBC.
